Mengelola Usaha dengan Lebih Mudah
Sistem manajemen penjualan barang kepada pelanggan dapat diatur dengan beragam skema harga jual, sistem diskon, program keanggotaan (member), dan beberapa hal lain yang pada akhirnya akan memperbesar omzet dari program penjualan dan pemasaran yang terencana secara tersistematis.
Memudahkan Konsumen untuk Bertransaksi
Menyediakan sistem informasi yang handal tentu merupakan investasi bagi pengusaha yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk dapat menjual barang dagangan kepada pelanggannya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Kenyamanan berbelanja pelanggan pun juga menjadi tuntutan bagi perusahaan dagang yang ingin tumbuh dengan cepat sebagai pemimpin pasar di bidangnya.
Usaha Grosir dan Distribusi
Saat lokasi penyimpanan barang membutuhkan ekspansi, maka sistem distribusi yang handal tentu mampu menangani sesuai kebutuhan. Misalnya terdapat penyimpanan barang di beberapa gudang, atau barang yang dititipkan di showroom reseller secara konsinyasi, ataupun stok dipinjam salesman kanvaser dengan mobil box. Hal ini merupakan variasi bentuk ekspansi lokasi penyimpanan barang dagangan.
Rekam Jejak Penjualan
Perusahaan distribusi secara aktif menawarkan produk kepada agen penjual atau reseller, melalui tim sales dan marketing. Dengan rekam jejak penjualan yang baik, maka perusahaan dapat lebih mengetahui produk apa yang diinginkan oleh pasar dengan sempurna.
Pemanfaatan Sistem Keuangan yang Terintegrasi
Bisnis perdagangan yang modern tidak cukup menggunakan software sekelas Point of Sales (POS)/Software Kasir. Di back office, seluruh rekaman transaksi penjualan harus dapat mempengaruhi kartu stok barang, mutasi pada buku kas, ataupun catatan piutang pelanggan secara realtime, termasuk pula terlihat adanya penambahan aset perusahaan atas laba dari transaksi penjualan yang terjadi.
Senin, 05 Mei 2014
00.47
Unknown
Rabu, 16 April 2014
21.49
Unknown
Jumat, 28 Maret 2014
21.41
Unknown
Stock opname biasanya diadakan dalam kurun waktu tertentu yang berbeda untuk tiap jenis unit usaha. Bisa dalam jangka sebulan sekali, per tiga bulan sekalia atau mungkin bisa hanya satu kali setiap akhir tahun. Tetapi jika perusahaan dengan SPI yang lebih rapi, stock opname biasanya dilakukan tiap triwulan atau caturwulan. Stock opname bukan hanya untuk persediaan perusahaan. Stock opname juga semestinya dilakukan untuk kas, aktiva, piutang, hutang. Tetapi, perusahaan biasanya hanya melakukan stock opname untuk persediaan barang dan kas. Untuk perusahaan manufaktur, stock opname persediaan barang dilakukan untuk persediaan bahan baku, bahan penolong, barang setengah jadi dan barang jadi.
Untuk pengendalian Intern, stock opname dilakukan oleh petugas yang bukan merupakan petugas pencatat persediaan, dalam perusahaan biasanya ada petugas audit tersendiri.
Jika setelah dilakukan stock opname terjadi selisih maka perlakuan selisih ini biasanya sesuai kebijakan perusahaan. Jika selisih kurang, kekurangannya ini dibebankan perusahaan maka bagian pembukuan membuat jurnal penyesuaian. Tapi jika kebijakan perusahaan mengharuskan petugas persediaan yang harus mengganti kekurangan persediaan maka tidak perlu ada jurnal penyesuaian, kecuali harga untuk penggantian tidak sama dengan harga pokok persediaan.
Jika ternyata terjadi selisih lebih pada persediaan barang atau kas maka yang harus dilakukan adalah mengecek kembali catatan bila kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat. Untuk selisih kurang pun juga harus dilakukan hal yang sama. Jika ternyata setelah di cek ulang tidak ada transaksi yang terlewatkan maka atas selisih lebih dilakukan jurnal penyesuaian.
Jadi, selama melakukan proses stock opname memang diperlukan ketelitian untuk mengetahui jumlah stock yang ada di gudang secara tepat dan benar karena akan mempengaruhi opreasional toko ke depannya.
Jumat, 28 Februari 2014
21.02
Unknown
Kebutuhan akan sistem manajemen keuangan yang sudah terkomputerisasi saat ini telah mengalami peningkatan yang pesat. Toko dan unit usaha dagang mulai menggunakan software sistem akuntansi untuk membantu aktivitas transaksi dan mengelola manajemen toko. Toko WeePee adalah salah satu klien dari TitanSystems yang telah memakai software sistem manajemen toko dan menggunakan lisensi EazyStore Standard. Toko WeePee yang terletak di Jalan Kabupaten ini genap berdiri selama 2 tahun pada bulan April 2014 besok. Selama hampir 2 tahun berjalan, Toko WeePee menerapkan sistem manajamen toko yang telah terkomputerisasi dengan menggunakan software EazyStore Standard yang terbukti sangat membantu aktivitas jual beli di toko.
| Toko WeePee |
Pada awal buka, toko WeePee memang masih menggnakan sistem manual untuk menjalankan bisnis tokonya. Mulai dari menghitung stok barang, pencatatan transaksi, laporan keuangan dan sebagainya. Proses manual ini berjalan selama hampir 6 bulan lamanya. Sembari menjalani proses yang masih manual tadi, Pak Setyo yang merupakan owner dari toko WeePee mencari software sistme manajemen keuangan yang pas dan cocok untuk tokonya. Proses perkenalan toko WeePee dengan software EazyStore dari TitanSystems dimulai saat Pak Setyo mencari-cari software sistem manajemen keuangan yang bagus dan cocok untuk tokonya. Setelah browsing tentang software manajemen toko di internet, sampailah Pak Setyo pada website TitanSystems yang menyediakan beberapa varian lengkap software sistem akuntansi untuk beberapa jenis usaha. tertarik dengan software EazyStore, pihak toko WeePee pun menghubungi tim dari TitanSystems. Setelah melihat demo dan mendapat penjelasan dari tim Titansystems serta merasa semua kebutuhan di tokonya bisa terpenuhi oleh software EazyStore, tanpa pikir panjang Pak Setyo pun memilih untuk menggunakan software EazyStore Standard.
| Suasana toko WeePee |
Kamis, 12 Desember 2013
20.00
Unknown
Selasa, 03 Desember 2013
22.50
Unknown
Senin, 25 November 2013
00.29
Unknown
![]() |
| Outlet Grand CCTV |
![]() |
| Infinity |
![]() |
| Avtech |
![]() |
| Axis |
![]() |
| Spy cam |
Grand CCTV telah memakai software EazyStore Pro V5 dari TitanSystems sejak tahun 2011. Selama menggunakan software EazyStore dari TitanSystems, banyak manfaat yang telah dirasakan oleh Grand CCTV. Beberapa diantaranya adalah sistem yang lebih komputerisasi, pencatatan dokumen toko (nota, invoice dan bentuk fisik dari stock opname toko) serta kemudahan dalam pendataan barang dan penyusunan laporan keuangan. Pada awalnya memang ada karyawan yang masih bingung dan belum lancar menggunakan software EazyStore ini, tapi lama kelamaan bisa menguasai dan menggunakan secara lancar. Kira-kira perlu waktu selama sekitar 6 bulan mulai dari awal hingga lancar menggunakan software EazyStore dari TitanSystems ini. Grand CCTV berkenalan dengan software dari TitanSystems ini setelah tahu dari toko "Roekoen" yang sebelumnya telah memakai software EazyStore dari TitanSystems untuk membantu operasional harian di tokonya. Setelah mempelajari dan mencoba, akhirnya Grand CCTV berminat untuk memakai juga software EazyStore dari TitanSystems ini. Selama menggunakan EazyStore dari TitanSystems, ada beberapa kesan dan saran yang diharapkan bisa lebih membantu progres usaha. Beberapa saran seperti penambahan currency atau mata uang untuk memudahkan transaksi bila ada klien yang menggunakan satuan mata uang selain rupiah. Bahasa yang dipergunakan juga sudah tepat sehingga mudah dipahami oleh yang awam akuntansi. Dalam menangangi keluhan klien, Grand CCTV juga merasa puas dengan respon cepat dari TitanSystems sehingga kelancaran usaha tetap terjaga. Sejauh ini Grand CCTV telah puas dengan software EazyStore, semoga kerjasamanya bisa berlanjut dan sukses ke depannya.
photo credit by Grand CCTV
Selasa, 22 Oktober 2013
00.58
Unknown
Rabu, 16 Oktober 2013
02.05
eka
Jumat, 11 Oktober 2013
23.33
Unknown
RSS Feed
Twitter





Deny
Vina
Eka
Dhita
Wiwin
Mazda